Terima Dana Pemekaran LGBT dari UNDP, Pengamat : Pemerintah Jokowi Tak Peka Ajaran Agama

Terima Dana Pemekaran LGBT dari UNDP, Pengamat : Pemerintah Jokowi Tak Peka Ajaran Agama
Anggota Komisi VIII DPR RI, Bowo Sigit Prabowo menilai, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) abai terhadap kondisi sosial bangsa Indonesia. Hal tersebut menanggapi adanya dana dari United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB senilai Rp 107,8 miliar untuk program LGBT di Indonesia.

Menurut politisi dari Partai Golkar itu, seharunya pemerintah bisa memfilter bantuan-bantuan dari internasional. Terlebih, saat adanya wacana ihwal bantuan UNDP yang berkaitan dengan LGBT, seharusnya pemerintah menolaknya.
"Dan pemerintahan Jokowi ini, boleh saya katakan, tak peka terhadap kondisi sosial bangsa kita," kata Bowo kepada Republika, Ahad (14/2).

Ia menjelaskan, tidak ada satupun agama yang membenarkan LGBT di Indonesia. Kemudian, tidak ada sosial budaya Indonesia yang mengajarkan LGBT. Sehingga, menurutnya, jika dana UNDP tersebut dapat mengalir ke Indonesia, artinya pemerintahan Jokowi sangat lalai dan menyepelekan tentang budaya bangsa.

"Bagaimana hal yang peka, yang bisa membuat  kegaduhan bangsa ini, itu dibiarkan oleh negara untuk diterima," ujar Bowo.

Seharusnya, ia mengatakan, jika memang pemerintah ingin menerima dana bantuan dari UNDP, harus dijelaskan persoalan yang lebih penting, seperti anak-anak terlantar, persoalan perempuan, kesehatan, pendidikan dan banyak lainnya.

"Pemerintahan Jokowi tak peka terhadap kondisi bangsa kita, ini kan kalau lebih peka, harusnya dilarang tahun 2015, karena dananya sejak 2014," jelasnya.[republika]

Sumber : posmetro.info (14 Februari 2016)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter