Trik Atasi Proses Penuaan

Trik Atasi Proses Penuaan - Ardiz Tarakan BorneoAging process atau proses penuaan adalah hal alami yang akan dihadapi oleh semua orang. Tapi bukan berarti proses penuaan itu harus menurunkan kualitas kehidupan kita. Jika sampai saat ini kita takut mendengar kepikunan, Alzheimer, hingga penurunan kelincahan fisik, sudah waktunya mengubah mindset. Karena semua itu tak akan terjadi jika kita melakukan trik-trik sederhana berikut ini:


Proses penuaan membuat kulit kita tak seindah dulu karena berkeriput dan muncul age spot.
Penelitian membuktikan: Paparan sinar matahari dan rokok adalah yang paling cepat merusak kolagen. Maka kita harus menghindarinya, plus menggunakan krim yang mengandung antioksidan, saran Kenneth Beer, ahli kulit dari West Palm Beach. “Karena antioksidan akan membuat sel-sel kulit memperbaiki kerusakannya sendiri.”

Yang dapat kita lakukan: Nikmati segelas teh hijau setiap hari karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Pastikan juga krim wajah kita mengandung vitamin C dan E untuk menyelamatkan kulit dari radikal bebas. Plus jangan lupa menggunakan krim tabir surya untuk menghalau sinar UVA dan UVB yang jahat terhadap kolagen kulit.

Proses penuaan membuat gigi kita tak putih, mudah tanggal, dan gangguan pada gusi.
Penelitian membuktikan: “Gigi yang sehat akan tinggal lebih lama di mulut kita,” ucap Edmond Hewlett, professor of restorative dentistry pada UCLA School of Dentistry. Dan gigi akan menjadi sehat jika “tempat tinggal” alias mulutnya sehat. Sebab mulut yang sehat akan mensuplai saliva yang kaya akan mineral hingga menyelamatkan gigi dari pengeroposan. Sedangkan jika mulut kita kering (akibat efek samping dari konsumsi antihistamin, antidepresan, dan obat-obatan penjaga tekanan darah) maka proses pengeroposan cepat terjadi.

Yang dapat kita lakukan: Hewlett mengingatkan, setiap kali kita makan, bakteri tetap tertinggal di sela-sela gigi, jadi jangan malas menyikat gigi. Sikat gigi selama 2 menit akan membersihkan seluruh bagian gigi dan sela-selanya. Jangan lupa untuk menggunakan mouthwash dan dental floss sekali sehari, agar tak ada sisa-sisa makanan yang tinggal pada mulut. Pastikan setiap 6 bulan sekali kita mengunjungi dokter gigi agar tanda-tanda kerusakan atau gangguan gusi dapat dideteksi dengan cepat.

Proses penuaan membuat kita menjadi pelupa.
Penelitian membuktikan: “Melakukan aktivitas yang bisa melatih otak kiri dan kanan secara bersamaan, seperti mengisi teka-teki silang, dapat membangun kekuatan otak,” ucap Gary Small, MD, direktur Los Angeles Center on Aging di University of California. Jika masih penasaran, sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia mengungkapkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan ketajaman berpikir. Mereka mengamati responden yang tetap berolahraga rutin di usia paruh baya mereka. Hasilnya, 60 persen dari mereka terbebas dari Alzheimer dan demensia.

Yang dapat kita lakukan: “Tantang diri kita setiap hari untuk melatih mental dan fisik, minimal 10 menit. Caranya dengan berolahraga fisik dan otak,” ucap Small antusias. Jangan juga lupa konsumsi lebih banyak makanan yang kaya antioksidan plus ikan laut dalam yang kaya Omega-3.

Proses penuaan membuat otot kita mengeras dan tak fleksibel.
Penelitian membuktikan: Kekuatan dan kelenturan otot akan tercapai maksimal pada saat kita berusia 20 sampai 30-an, ucap Roseann M. Lyle, PhD, profesor kesehatan masyarakat dari Purdue University. Dan jika kita masuk dalam kategori orang yang berolahraga sesekali maka kekuatan otot akan menghilang saat kita memasuki usia 50 tahun. “Ini akan terus berlangsung per dekade umur kita, penurunannya bisa 2-5 persen.”

Yang dapat kita lakukan: Berolahragalah dengan rutin untuk menjaga kelenturan kulit meskipun pertambahan usia tetap berlangsung. Bahkan gaya sederhana tree yoga sekali pun dapat menguatkan otot-otot kaki.

Proses penuaan membuat mata kita berisiko untuk mengalami katarak atau glukoma.
Penelitian membuktikan: Nutrisi yang baik akan membantu kita terbebas dari penyakit-penyakit penurunan fungsi mata. “Konsumsi antioksidan yang tinggi akan membantu mata kita tetap cemerlang hingga usia lanjut,” ucap Emily Chew, peneliti dari National Eye Institute di Maryland. Hal lain yang juga membuat mata mengalami gangguan-gangguan tersebut adalah asap rokok dan lemak.

Yang dapat kita lakukan: Lengkapi asupan antioksidan kita dengan Omega-3 dan 6 agar membuat kelenjar air mata tetap terproduksi dengan baik. “Kelenjar air mata akan membuat mata kita tidak kering sehingga berbagai gangguan mata bisa dihindari.”

Proses penuaan membuat tulang kita cepat rapuh.
Penelitian membuktikan: Saat kita memasuki usia 30 tahun maka tubuh berhenti memproduksi kalsium. Ini artinya, ketika makanan-makanan kita tak akrab dengan kandungan kalsium plus jarang berolahraga, maka osteoporosis atau kerapuhan tulang adalah hal yang kita hadapi di pertambahan usia.

Bagaimana olahraga berhubungan dengan kerapuhan tulang? Carla Sottovia, PhD, asisten direktur dari Cooper Aerobic Center di Dallas menjelaskan, tulang kita menempel di jaringan hidup seperti otot. Ketika berolahraga, jaringan-jaringan itu akan ikut menguatkan tulang kita dari setiap gerakan yang kita buat.

Yang dapat kita lakukan: Berolahragalah dengan rutin, plus maksimalkan konsumsi kalsium kita. Makanan-makanan yang kaya akan vitamin D (seperti telur, hati, dan ikan) akan memaksimalkan produksi kalsium karena keduanya saling bergantung ketika bekerja di dalam tubuh.

Tak perlu takut menghadapi pertambahan usia karena mulai hari ini, kita sudah punya “senjata ampuh” untuk membuatnya jadi lebih menyenangkan.

(Prevention Indonesia Online/Siagian Priska/kompas.com)

Sumber: TribunKaltim (24 September 2010) Borneo

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter