Ambil Air Wudhu, Diterkam Buaya

Cuma Kaki yang Ditemukan

Ambil Air Wudhu, Diterkam BuayaBORNEO - Peristiwa tragis terjadi di Tanjung Santan Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Kamis (11/2) petang lalu. Seorang warganya bernama Beddu (50), dipastikan tewas setelah disambar buaya.

Sejauh ini, upaya pencarian terus dilakukan. Namun tubuh Beddu tak juga ditemukan. Hanya bagian kaki yang ditemukan dan akhirnya dievakuasi warga. Kasus ini pun mengundang perhatian warga setempat.

Kesehariannya, Beddu adalah seorang petani di Tanjung Santan. Ia dimansa buaya sekitar pukul 17.50 Wita. Saat itu korban hendak mengambil air untuk wudhu di sungai setempat.

Tanpa diketahuinya, ketika tubuhnya menunduk untuk mengambil air, dengan cepat seekor buaya langsung menerkam dan menenggelamkan tubuhnya di air sungai yang berwarna kecoklatan.

Tak kunjung pulang, membuat beberapa keluarga Beddu di rumah waswas. Khawatir terjadi hal yang tak diinginkan, beberapa keluarganya menyusul ke tepi sungai yang biasa dipakai warga untuk mandi dan aktivitas lainnya.

Alangkah kagetnya Halijah (45), istri korban, termasuk beberapa keluarganya, begitu sampai di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka hanya menemukan baju Beddu yang robek tak beraturan. Dugaan kuat Beddu dimangsa buaya pun semakin kuat. Ini setelah air sungai yang tenang tanpa arus itu, tampak kemerah-merahan seperti bercampur darah.

Peristiwa itupun cepat dilaporkan ke Pos Polisi Tanjung Santan Kukar. Bersama beberapa polisi, warga melakukan pencarian di sekitar TKP. Namun hingga malam hari, buaya pemangsa Beddu tak juga ditemukan.

"Malam itu juga langsung dilakukan pencarian oleh warga dan polisi. Tapi tak membuahkan hasil. Buaya di sekitar sungai itu banyak dan ukurannya besar-besar. Sudah banyak warga Tanjung Santan yang menjadi korban," jelas Saharuddin (46), seorang warga Santan Seberang yang turut melakukan pencarian.

Pencarian terhadap korban-pun terus dilakukan hingga pagi hari. Alhasilnya, sekitar pukul 08.30 Wita kemarin, pencarian membuahkan hasil. Kaki kanan Beddu ditemukan. Namun kondisinya mengenaskan karena dipenuhi gigitan buaya.

"Tadi pagi, warga menemukan kaki kanan korban mengapung di air tidak jauh dari TKP. Bagian tubuh yang lain masih dalam pencarian. Kita belum mendatangkan pawang buaya dan masih mencari bersama polisi," sebut Saharuddin lagi.

Sementara itu, Halijah mengatakan, biasanya setiap sore, suami dan beberapa warga pergi mandi di sungai. Usai mandi, korban kembali ke rumah untuk bersiap-siap melaksanakan salat Magrib. Tapi belakangan korban kembali pamit kepada keluarganya untuk ke sungai, dengan maksud mengambil air wudhu.

"Sore itu habis mandi, ia kembali ke sungai untuk wudhu mau salat Magrib. Tapi ditunggu-tunggu kok gak kembali-kembali ke rumah. Nah, akhirnya kita mencari ke sungai dan hanya menemukan bajunya yang sudah robek mengapung di air," kata Halijah menahan sedih.

Sambil menunggu potongan tubuh lainnya ditemukan, keluarga dan warga sepakat tidak buru-buru menguburkan kaki korban. Dengan alasan jika semua organ tubuh ditemukan barulah dikuburkan secara bersama-sama.(im/kpnn)

Sumber : Radar Tarakan (13 Februari 2010)

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter