Kau Kira Kau Akan Masuk Surga?

Firman Allah:
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Kapankah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al-Baqarah:214)

Tafsir Ayat!
Allah berfirman: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga,” sebelum kamu dicoba dan diuji sebagaimana yang telah diberikan kepada orang-orang sebelum kamu. Oleh karena itu, Allah berfirman: “padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan,” berupa penyakit dan kematian.

Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan sejumlah tabi’in (generasi setelah sahabat) mengatakan,:“Yang dimaksud dengan al ba’sa ialah kemiskinan, sedangkan adh-dharra artinya rasa sakit.” “Serta diguncangkan,” yakni digentarkan oleh musuh-musuh dan diuji dengan ujian yang sangat berat. Sebagaimana hal itu dikemukakan dalam hadits sahih dari Khabab bin al-Arit, dia berkata:

“Wahai Rasulullah s.a.w., mengapa engkau tidak memintakan tolong untuk kami, mengapa engkau tidak berdoa untuk kami?” Beliau bersabda:
“Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu (ujiannya adalah) ada yang digergaji dan terbelah kepalanya hingga diantara kedua kakinya, tapi hal itu tidak memalingkan dari agamanya. Ada pula orang yang tubuhnya disisir besi hingga dagingnya terkelupas dari tulangnya, namun hal itu tidak memalingkan dari agamanya.” Beliau kemudian melanjutkan, “Demi Allah sesungguhnya Allah benar-benar akan menuntaskan perkara ini sehingga seorang penunggang yang berjalan dari Shan’a ke Hadhramaut tidak merasa
takut kecuali kepada Allah, dan serigala hanya mengkhawatirkan domba mangsanya. Namun kalian adalah kaum yang grasa-grusu (tidak sabaran).

“Seperti yang telah menimpa orang-orang sebelum kamu,” maksudnya seperti jejak mereka, sebagaimana Allah berfirman, “Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu (musyrikin mekah) dan telah terdahulu perumpamaan umat-umat masa lalu.” (QS. Az-Zukhruf:8)

“Dan mereka telah diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Kapankah datangnya pertolongan Allah?”

Dalam hal ini mereka memohon kekuatan untuk dapat menaklukkan musuh-musuh mereka, berdoa agar penyelesaian semakin dekat sehingga dapat keluar dari kondisi dan kesulitan yang menghimpit.

“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”

Firman ini, seperti firman Allah: “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,”

Demikian pula kesulitan itu turun bersama pertolongan. Dalam sebuah hadits dikatakan: “Tuhanmu kagum terhadap keputusasaan hamba-hamba- Nya dan kecepatan datangnya pertolongan- Nya. Allah melihat mereka yang berputus asa, kemudian Dia pun tertawa karena Dia mengetahui bahwa hilangnya kesusahan mereka sudah dekat.” (al-Hadits)

Sumber: TAFSIR Ibnu KATSIR

From : imawati - (im4bjgd@******.com)
Date : Friday, November 7, 2008 12:03:07 PM

Related Posts

1 komentar

  1. kalau ingin meningkat derajat maupun keimanan perlu adanya ujian pengorbanan dan perjuangan

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter