Stroke Bayangi Usia Produktif

Stroke Bayangi Usia Produktif - Ardiz TarakanPerubahan gaya hidup ternyata telah memberi efek negatife bagi kesehatan masyarakat. Stroke yang semula hanya ditemukan pada orang lanjut usia,kini mulai banyak diderita usia produktif.

Stroke merupakan sindroma klinis yang terjadi secara mendadak dengan gejala berupa gangguan fungsi otak yang dapat menimbulkan kematian atau kelainan menetap lebih dari 24 jam. Kondisi ini disebabkan gangguan peredaran pembuluh darah di otak.

Aliran oksigen ke sel otak yang terhambat selama beberapa menit saja dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak.Akibat dari pembuluh darah yang tersumbat juga berdampak adanya gangguan fungsi tubuh lain.

Berdasarkan data dari Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), setiap tahun sekitar 500.000 penduduk Indonesia terkena serangan stroke. Sebanyak 2,5% atau 125.000 orang diantaranya meninggal dan sisanya cacat ringan maupun berat.

Stroke Bayangi Usia Produktif - Ardiz TarakanBanyak factor yang memicu stroke, dari hipertensi tekanan darah rendah, kolesterol, arteroskellerosis, pengentalan darah tinggi merokok, detak jantung tidak teratur, hingga obesitas. Bahkan penyandang hipotensi pun mempunyai peluang sama walaupun kasusnya jarang terjadi.

Tekanan darah rendah atau hipotensi bisa menurunkan kecepatan aliran darah untuk sampai ke otak dan memperlambat aliran darah. Hasilnya, kemungkinan berkembang menjadi penyempitan arteri. Segala sesuatu yang menyebakan kerusakan pembuluh darah bisa mengakibatkan penyumbatan. Kondisi seperti ini akan memicu terjadinya gejala dini stroke.

Maka itu, tidak bisa disangkal bahwa gaya hidup tidak sehat menjadi pemicu stroke. Selain itu faktor psikologi juga turut menjadi pemicu terjadinya stroke

Seseorang yang telah bekerja pasti merasakan stres akibat tuntutan pekerjaan. Jika gaya hidup yang dijalani mendukung peningkatan kolesterol, hipertensi dan diabetes, harus diwaspadai risiko stroke.

Stroke Bayangi Usia Produktif - Ardiz TarakanGejala yang dirasakan pada penderita stroke, yakni tiba-tiba lemah (lumpuh) satu sisi tubuh (sisi kiri atau kanan), tangan dan kaki terasa baal dan kesemutan satu sisi tubuh, pandangan gelap, vertigo, kendala berbahasa, dan tiba-tiba pingsan.

"Salah satu indikasi penting stroke adalah mengecek tekanan darah dan mewaspadai bila tekanan darah terus tinggi. Tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus semakin meningkatkan risiko stroke," ujar Associate Professor Departement of Emergency of North California , Dexter Morris.

Menjaga tekanan darah agar tetap stabil dengan diet dan olahraga, selain kedua hal tersebut, menjaga tekanan darah dengan menggunakan obat-obatan dapat mengurangi risiko stroke.

Menjaga asupan makanan sangatlah penting karena gaya hidup masyarakat saat ini cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji. Makanan jenis ini kadar lemaknya tinggi sehingga mampu merusak dinding pembuluh darah yang lama-kelamaan menggangu kelancaran aliran darah.

Tinggat kolesterol dalam darah akan meningkatkan low-density lipoprotein (LDL).. Akibatnya, akan mengikatkan risiko stroke yang menyebabkan penyempitan arteri karena plak, supaya terhindar dari risiko stroke tidak ada pilihan selain menerapkan pola hidup teratur dan seimbang.

From : Mukrodi (*******@ami.co.id)
Date :Sunday, September 7, 2008 6:17:56 PM

Related Posts

2 komentar

  1. STROKE akan menyerang orang-orang ya gn berkarakter "KERAS & LABIL".
    Semua orang yang terserang STROKE adalah mereka yang berkarakter "KERAS & LABIL", dan mereka yang mudah "STRESS".
    STROKE juga akan menyerang orang-orang yang tidak memiliki Keseimbangan/Balance di dalam kehidupan Pribadi, Suami-Istri, Pekerjaan & Bisnis.
    Jika Anda ingin mengetahui apakah kondisi Anda saat ini seperti di atastau tidak...?
    Silahkan Konsultasi dengan saya:
    MAKARIM BASKORO
    085920695753

    BalasHapus
  2. YSI: 60 Orang/hari terserang STROKE
    se JABODETABEK.
    WHO: 38% KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN.
    SPIRITUAL: 80% COUPLE NOT BALANCE.

    (MAKARIM BASKORO)
    makarim.baskoro@balilife.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter