Ayah Teladan

Ayah Teladan - Ardiz TarakanDi dalam Islam, seorang ayah itu tidaklah hanya berfungsi sebagai seorang pencari nafkah untuk keluarganya saja, tetapi sangat lebih dalam dari itu. Tugas yang tak kalah pentingnya adalah sebagai pembimbing didalam keluarganya, istri dan anaknya. Khususnya dalam membimbing anaknya, sang ayah haruslah bekerja sama dengan istrinya untuk mendidik anaknya untuk senantiasa berjalan dijalan Allah.

Maha Suci Allah yang telah mencontohkan seorang ayah yang dapat kita tauladani dalam mendidik anaknya, Luqman Al-Hakim demikian profil ayah tauladan tersebut, yang diabadikan Allah dalam Al-Qur'an. Beliau menjadikan rumahnya sebagai tempat mendidik anak-anaknya (madrasah) secara serius, bersungguh-sungguh dan bahkan dengan menyediakan waktu tersendiri untuk mendidik anak-anaknya tersebut, bukan dengan cara disambi-sambi.

Diantara pelajaran-pelajaran yang diberikan Luqmaan untuk anaknya didalam Surah Luqmaan ayat 12- 19 itu antara lain adalah:

  1. Bersyukur terhadap nikmat Allah. "Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu:"Bersyukurlah kepada Allah.Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". " (QS Luqmaan:12)

  2. Memantapkan aqidah untuk jangan berbuat syirik. "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar" (QS Luqmaan:13)

  3. Akhlaq terhadap kedua orang tua. "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah
    kamu kerjakan." (QS Luqmaan:14-15)

  4. Beramal shaleh. "(Luqman berkata):"Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS Luqmaan:16)
  5. Amar ma'ruf, nahi mungkar. "Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). "(QS Luqmaan:17)

  6. Tawaddu', ramah dan tidak sombong. "Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. "(QS Luqmaan:18)

  7. Sederhana dan lemah lembut. "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. "(QS Luqmaan:19)


Demikianlah pesan yang sangat mendalam dari seorang ayah dalam rangka pembekali putra-putrinya mengarungi kehidupan dunia yang penuh onak dan duri ini supaya mereka tidak tersesat dari jalan Allah. Semoga kita dapat meniru ketauladanan Luqman Al-Hakim ini sehingga anak-anak kita nantinya dapat menjadi anak yang bertaqwa yang dapat menyelamatkan kita nantinya dari azab Allah swt diakhirat kelak.

From : Gemala Ayu (********@bluescopesteel.com)
Date : Friday, September 5, 2008 2:35:02 PM

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter